Cerita Inspirasi

Jejak-Jejak Kaki

6:08 PMHeri Kurniawan





Aku dan Tuhan Yesus sedang berjalan bersama di jalan. Pada sebagian besar jalan tersebut, jejak-jejak kaki Tuhan tampak terlihat mantap dan konsisten, jarang berbeda jaraknya. Tetapi jejak-jejak kakiku tampak sebagai suatu garis yang berkelok-kelok, jejak-jejak awal baru, jejak-jejak berhenti, memutar, melingkar, berangkat dan berbalik.

Pada sebagian besar jalan itu, jejak-jejak kakiku tampak seperti itu. Tetapi perlahan-lahan, jejak-jejak kakiku semakin menjadi searah dengan jejak-jejak kaki Tuhan, dan tak lama kemudian sejajar dengan langkahNya secara konsisten. Aku dan Tuhan Yesus sedang berjalan sebagai sahabat sejati. Hal ini tampak sempurna, tetapi kemudian ada hal menarik yang terjadi; jejak-jejak kakiku yang dahulu menginjak pasir di sebelah kaki Tuhan sekarang berada tepat di jejak-jejak kakiNya. Di dalam jejak kakiNya yang lebih besar terdapat “jejak pasir” kecil, yang berada aman di dalam jejak kakiNya. Aku dan Yesus sudah menjadi satu Jejak-jejak kaki ini berjalan sampai beberapa mil.

Tetapi perlahan-lahan aku memperhatikan perubahan lainnya. Jejak kaki yang berada dalam jejak kaki yang lebih besar tampak tumbuh lebih besar. Akhirnya jejak kaki itu lenyap sama sekali. Hanya satu pasang jejak kaki. Jejak-jejak itu menjadi satu. Sekali lagi, ini berlangsung dalam waktu yang lama. Tetapi kemudian ada sesuatu yang aneh terjadi. Sepasang jejak kaki kedua itu kembali. Dan kali ini jejak-jejak kaki itu tampak lebih buruk. Berkelok-kelok di sepanjang permukaan. Berhenti.Mulai lagi. Pijakan-pijakan yang amat dalam di pasir. Sejumlah jejak kaki yang benar-benar kacau balau. Aku terheran-heran dan terkejut. Tetapi ini adalah akhir dari mimpiku.

Aku berbicara, “Tuhan, aku mulai memahami gambaran pertama dengan kelokan-kelokan dan tak teratur dan seterusnya. Waktu itu aku adalah seorang Kristen baru, yang baru belajar. Tetapi Engkau berjalan terus melalui badai dan membantuku untuk berjalan di dalam Engkau.”
“Itu benar.”

“Ya, dan ketika jejak kaki yang lebih kecil berada di dalam jejak kakiMu, saya benar-benar belajar untuk berjalan mengikuti jejak kakiMu. Aku mengikuti Engkau dengan sangat dekat.”
“Bagus sekali. Kamu telah memahami segalanya sampai saat ini.”

“Kemudian jejak yang lebih kecil tumbuh dan akhirnya mengisi semua jejak kakiMu. Aku pikir bahwa aku sungguh-sungguh bertumbuh begitu pesat sehingga menjadi seperti Engkau setiap harinya.”

“Persis sekali.”

“Tetapi inilah pertanyaanku : Tuhan, apakah ada suatu kemunduran atau sejenisnya? Jejak kaki itu kembali menjadi dua, dan kali ini lebih buruk lagi dari yang pertama.”


Tuhan tersenyum, kemudian tertawa. “Kamu tidak tahu?” Dia berkata, “Itulah saat ketika kita berdansa.”

-Mark Littleton
Allah bergembira atas kita –di sepanjang waktu. Ya, ini berarti Yesus akan berdansa dan bergembira bersama anda – sama persis dengan Dia akan menangis bersama kita ketika kita dalam kesusahan.

Story taken from : 365WWJD?

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form