Catatan Inspirasi

Bumper

10:35 PMHeri Kurniawan

Akhirnya Fresh n Brite 2010 selesai juga. Ada banyak ke-Hectic-an di dalamnya (saya hampir tidak tidur 2 hari 2 malam di tengah himpitan tugas kuliah dan pelayanan untuk menyelesaikan hal-hal sepele sebagai pendukung bagian acara) sekaligus juga banyak tersimpan pengalaman berharga yang cukup menyadarkan tentang banyak hal. Saya terkesan dengan kerja sama team Animasi Fresh n Brite 2010 ini yang dalam waktu 1 bulan, sanggup menyelesaikan 1 film pendek animasi 3D, "Dream, Design, Reality". A beautiful surealist movie! Saya menyimpan sedikit rasa iri dengan mereka yang berhasil menyelesaikan 4 tahun penuh tugas dengan nilai sempurna. Saya sangat termotivasi! Saya kagum dengan hasil didikan dosen-dosen DKV yang tidak kenal lelah membimbing satu generasi ke generasi lainnya dan terus menerus demikian tahun ke tahun dengan progress yang makin lama makin memukau. Namun hal yang paling membekas pada saya adalah tentang satu penghargaan annual, tradisi positif dari DKV Binus sebagai bentuk penghargaan kepada insan grafis dan mereka yang dengan gigih memberikan sumbangsih kepada kemajuan industri kreatif dan komunikasi visual Indonesia: Anugerah Samartharupa.

Samartharupa berasal dari bahasa sansekerta yang berarti visual yang cerdas. Ini adalah tahun ketiga DKV Binus menganugerahkan penghargaan ini. Pada tahun ini, banyak nominator yang diusulkan, namun akhirnya diputuskan Pak Wedha Abdul Rasyid, sang ilustrator Lupus yang kini terkenal dengan WPAP-Wedha's Pop Art Portrait-nya dan almarhum Pak Denny A. Djoenaid, Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI).

Saya bersyukur dipercayakan project untuk membuat Bumper atau klip singkat mengenai 2 tokoh tersebut. Jadi, klip ini akan diputar selagi penganugrahan diberikan. Senang sekaligus bingung karena saya (setidaknya) tahu tokoh-tokoh ini bukanlah tokoh sembarangan karena beliau-beliau sudah sejak masa mudanya mengabdikan diri pada bidang masing-masing dengan sepenuh hati sehingga kiprahnya pun telah mendunia. Bagi saya, membuat bumper selama 60 detik rasanya harus benar-benar bisa menampilkan gambaran singkat mengenai sepak terjang masing-masing tokoh. Setelah berdiskusi singkat dengan Adhit dan Pak Tunjung, maka disusun mood yang megah sekaligus modern untuk Pak Wedha dengan flashback karya-karya beliau sejak Ninol, Lupus sampai WPAP. Ilustrasi musik "Fireworks" di Harry Potter 5 rasanya cocok. Lalu untuk Alm. Pak Denny harus dirancang agar tetap terkesan ceria dan dinamis ala kartun Disney, namun juga mengharukan untuk mengenang beliau. Saya ingat Pak Denny yang dulu sempat menjadi dosen DKV 2 dan membimbing UNO Production mengerjakan 'Garuda vs Tikus' dengan gayanya yang santai dan bersahaja. Saya juga mengenang beliau yang walaupun dengan ilmu yang diwariskan langsung dari 7 oldmen Disney, namun tetap memilih memajukan animasi lokal dan menolak tawaran menetap di Jepang. Salut! Makanya saya memberikan theme song "When You Wish Upon A Star" untuk latar musik bumper sesuai dengan watak Pak Denny yang pernah saya kenal singkat dulu, terlepas dari beliau memang berguru dengan Art Babbits, Animator Geppeto-Pinokio.

Bersyukur akhirnya bumpernya selesai H-1, walaupun saya sendiri tidak puas karena menyadari bahwa bumper tersebut masih banyak kekurangan disana-sini. Anugerah Samartharupa berjalan dengan lancar dan penghargaan diberikan dengan aplaus meriah kepada Pak Wedha dan perwakilan keluarga Pak Denny. Saya menghela napas lega.

Saya sekali lagi berpikir kembali. Membuat bumper sebenarnya adalah tugas yang mudah namun tetap saja, sebuah bumper -apalagi untuk penganugerahan lifetime achievement semacam ini- harus merepresentasikan sang tokoh dan segala dari dirinya, sebuah brand yang mengkomunikasikan dengan baik siapa tokoh tersebut. Anugerah Samartharupa kali ini benar-benar tepat karena menghargai Pak Wedha dengan sumbangsih kekhasan WPAPnya bagi dunia desain grafis, yang ternyata benar-benar khas dan tidak ditemukan di negara lain di dunia ini. Penghargaan yang layak diberikan dan diterima beliau semasa masih hidup. Dan benar-benar tepat pula bagi Pak Denny, karena sekaligus menjadi momen untuk mengenang pengabdian seorang Bapak animasi Indonesia yang juga rela mendidik mahasiswa-mahasiswa demi perkembangan animasi lokal.

Saya membayangkan, jika kelak nanti masa hidup di bumi sudah habis, dan ketika berjalan menuju pengadilan terakhir - entah itu menerima suatu anugerah atau hukuman kekal, review seperi apa yang akan diputar? 'Bumper' seperti apa yang menampilkan, bukan hanya 60 detik, namun seluruh masa hidup kita? Akankah itu menjadi sebuah tayangan yang membanggakan atau malah memalukan dengan segala yang telah dilewati semasa hidup. Hahahahahaha..Ya! Saya sadar mungkin saya terlalu berlebihan! Terlalu lebay! Hehe! Mungkin saya masih butuh tidur lebih banyak, atau memang pikiran ini menggelisahkan saya karena merasa bahwa ada banyak hal yang tidak layak ditayangkan olehNya dalam 'bumper' saya kelak.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form