Review

Review Buku: Trilogi Sang Biduan

10:39 PMHeri Kurniawan



"Pada mulanya ada Kidung Cinta
Sendiri dalam kekosongan dan ruang hampa.
Kidung itu mengalun sendiri lewat kubah di atasnya.
Menggapai lembut menyentuh wajah Bapa
...
Dan kini reduksi besar itu sudah dimulai:
Pencipta Bumi dan Biduannya satu adanya.
Dan inilah melodi baru itu -
Satu-satunya kidung yang dapat membebaskan Terra
...
Akulah dia. Mereka harus memercayai Kidung itu
atau mereka akan mati"


- Sang Biduan - Calvin Miller.

Selain Kitab Kejadian, ada banyak kisah yang mencoba menuturkan ulang Penciptaan Dunia menurut bangsa-bangsa di seluruh dunia. Mitologi Dayak bilang ada dua ekor Enggang bertarung dan percikannya menjadi dunia atas dan dunia bawah, kemudian dunia tengah pun dihuni manusia. Suku Toraja punya kisah mengenai para dewa yang bersemayam di pegunungan lalu turun ke muka bumi dan berdiam menjadi manusia. Semesta di punggung kura-kura di kisah Bali, lalu ada Ragnarok, perang para Dewa Skandinavia. Namun menurut saya, alegori penuturan kisah Penciptaan di Narnia versi C.S Lewis di buku "Keponakan Penyihir" adalah Penciptaan yang paling romantis. Hehehe. Aslan, sang Singa Agung, bersenandung lalu bumi mengeluarkan seluruh makhluk hidup dan seisi Narnia bernyanyi besertanya. Sang Pencipta yang bersenandung. Sebuah penggambaran yang menurut saya secara pribadi mungkin benar-benar dilakukanNya saat mengukir gunung-gunung dan melukis semesta yang maha indah ini. Ahh...sayangnya di buku-buku Narnia berikutnya, Aslan jarang dilukiskan menyanyi lagi. Lalu saya dipinjamkan buku "Trilogi Sang Biduan" ini oleh seorang rekan kerja di RBC Ministry. Tuhan dilukiskan bernyanyi, namun tidak hanya pada saat Penciptaan, namun sepanjang buku setebal 439 halaman ini. Wow!

"Trilogi Sang Biduan" adalah Novel penuturan ulang kisah Perjanjian Baru dengan gaya alegoris yang luar biasa puitis. Sangking puitisnya, kalau kamu suatu saat membaca buku ini tanpa terlebih dahulu mengenal atau membaca kisah Injil, perjuangan gereja mula-mula sampai apokaliptik Wahyu, mungkin akan garuk-garuk kepala kebingungan dengan alur dan penokohan di dalamnya. Calvin Miller menuliskan cerita mengenai Sang Biduan, Putera Bapa-Roh yang menyanyikan Kidung Bintang Purbakala sebagai alegori Tuhan Yesus. Sang Biduan memulai misinya melantunkan Kidung ajaib dan memulihkan banyak hal di Terra. Namun Sang Pembenci bersuling perak yang kelak menamai dirinya Sarkon, Iblis yang rupawan dan cendikia, tidak menyukai rencana Pencipta Bumi. Lewat para Musisi Kuil Agung, Sang Pembenci menghasut agar Sang Biduan dihancurkan dengan Mesin. Namun kematiannya hanya sementara, Sang Biduan telah bangkit dan menguatkan Si Gila yang di kemudian hari berganti nama menjadi Anthem yang menyanyikan Kidung untuk seluruh Terra. Lalu ada Insan, Sang Penakluk, Praxis sang Ahli Bangunan dan Pangeran Cermin. Di perang akhir, Terra hancur dan digantikan dengan Terra Dua yang bergema dengan penuh nyanyian kemenangan.

Cover bukunya super asyik! Di dalam lembaran-lembaran isinya pun ada beberapa ilustrasi dan ukir-ukiran. Hampir setiap chapter disisipkan semacam quote yang berpaut di kisah berikutnya. Hurufnya juga besar-besar, jadi rasanya 3 atau 4 hari juga bisa selesai baca. Overall, Buku ini menawarkan sudut pandang mengenai Perjanjian Baru dengan (er... katakanlah lumayan) segar, meskipun dengan bahasa yang berat ala Kahlil Gibran. Personifikasi yang lebih kompleks daripada Perjalanan Sang Musafir-nya John Bunyan dan kisah yang jauh lebih berbelit dari Riwayat Narnia. Di buku ini, Terra benar-benar dipenuhi dengan nyanyian sukacita dan ratapan. Ya! Karena Dia pun bersukacita karena kita dengan nyanyian!

... HE will joy over thee with singing"- Zephaniah 3:17

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form