Catatan Inspirasi

The Golden Rule

10:01 PMHeri Kurniawan


Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka"

The Golden Rule, demikian kalimat ini dikenal. Rasanya bisa berbunyi seperti prasyarat (baca: janji, garansi) bahwa setiap kali menabur perbuatan kebaikan, akan berbalik balasan kebaikan setimpal. Namun, siapa berani jamin selalu terjadi seperti ini? Well, untuk hal remeh temeh macam sopan santun dan tata krama, pasti akan memperoleh respon yang sama. Kamu respek, saya pun respek. Anda sopan, kami segan. Tapi, kalau sudah menyangkut perbuatan yang lebih besar atau urusan massal, hei, Bung, itu lain soal! Akan selalu saja ada ditemui sikap tak tahu diri. Tidak tahu diuntung! Niat menolong malah jadi buntung. Tidak tahu balas budi! Sudah dibantu justru bikin merugi. Ah... Makan hati!

Tapi jika kita tengok sejenak, saya rasa memang tidak tepat jika Golden Rule diartikan semacam rule tabur-tuai. Toh, tidak dikatakan, apalagi dijamin, bahwa perbuatan baik akan selalu menuai dari manusia respon yang sesuai.

Memang, kita tidak seharusnya pula menaruh pikir pesimistis. Tidak lagi mau berperilaku bajik karena hilang harap akan menerima balasan yang realistis. Mungkin karena Golden Rule seharusnya memang diperlakukan sebagai rule dalam melakukan setiap tindak-tanduk perbuatan. Entah kelak dibalas dengan perlakuan yang serupa, atau sebaliknya hanya diperlakukan seperti angin lalu terlupa.


Hmmm... Kalau menilik lagi, memang pantas jika ajaran Tuhan ini dijuluki sebagai aturan emas. Dia sudah duluan menggagas, Dia pula yang juga telah menggenapinya sampai tuntas. Khalas! Karena kalau mengenang lagi, siapa sih yang layak menerima kasihNya yang sudah jauh lebih dulu terbukti? Tuhan sendiri memberi diri dan taat sampai mati. Mengembalikan hakikat mereka yang percaya padaNya jadi anak terkasih. Padahal, faktanya, oleh dosa kita semua dulunya musuhNya abadi. Memang benar keadilanNya tegas, tapi itu pun disertaiNya dengan kasih dan kesabaran yang tak terbatas! Buat dia, buat kamu, buat saya.

Aturan emas seperti yang Tuhan kita teladankan dan ajarkan. "Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti yang Bapamu pun perbuat". Ahh... Kalau Bapa sudah kasih teladan dan kekuatan, buat seorang anak menjalani aturan emas atau aturan permata atau aturan berlian pun seharusnya tidak jadi persoalan. Bukankah sepantasnya seorang anak harus mencirikan kemiripan dengan bapanya dalam segala hal? Nah, termasuk pula dalam hal melakukan aturan... Upss, maksud saya teladan. Pertanyaannya adalah: sebagai anak, saya dan kamu sudah mencirikan Bapa atau belum, yah?

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form