Catatan Inspirasi

Penyelarasan

9:25 PMHeri Kurniawan


Nyetem itu beda sama ngetem. Kalo ngetem seringnya dilekatkan pada angkot yang berhenti di ujung-ujung perempatan sambil menunggu calon penumpang tak kelihatan — Jangan khawatir, topik ini nggak akan disinggung lebih lanjut lagi, kok. Nyetem itu bahasa slang dari menyelaraskan tune antar alat musik dalam satu ansambel atau band. Katakanlah penyelarasan bunyi antar dawai yang terentang dalam sebuah gitar, atau antara gitar dengan piano dan seterusnya.

Agar tak sumbang, nyetem atau penyelarasan itu juga semacam hal dasar yang wajib dipelajari oleh pemain gitar pemula. Dengan pola-pola tertentu, jarak tertentu, secara teknis nyetem itu mendengarkan dengan seksama keselarasan bunyi dawai-dawai itu terhadap satu standar sumber nada untuk kemudian dapat dimainkan dengan sesuai. Jadi misalkan senar pertama pada gitar patutnya bernada E, demikian juga senar keenamnya mesti bernada E satu dua* oktaf di bawahnya. Keduanya mengapit dawai-dawai bernada B, G, D dan A di antaranya. Caranya hampir mirip dengan nyetem Bass yang cuma punya 4 sampai 5 senar dan berbanding terbalik dengan nyetem Biola. Patokannya sering menggunakan keyboard yang nadanya tak bergeser atau belakangan sudah banyak apps tuner di smartphone yang bikin prosesi nyetem jadi makin praktis.

"Ada nggak trik supaya bisa ahli nyetem?" tanyaku suatu waktu kepada sahabat yang kepadanya aku mulai belajar gitar. "Nggak ada. Cuma banyak-banyak mendengarkan dan banyak latihan supaya makin peka dan feelingnya makin terasah", begitu jawabnya. Kemudian aku melanjutkan genjrengan sambil menatap contekan urutan chord berulang Em-C-G-D dari lagu Mimpi yang Sempurna oleh Peterpan bertahun-tahun lampau dulu.

Kepekaan untuk menyelaraskan atau yang juga sering diistilahkan feeling oleh kami para pemusik newbie ini, seharusnya nggak berhenti terus menerus diasah cuma pas nyetem gitar atau alat musik lainnya. Kepekaan mendengar dan penyelarasan ini harus terus menerus ditajamkan, jadi nggak cuma sekedar puas mengiringi lagu dengan 3 kunci dasar utama, I-IV-V. Ada banyak bentuk-bentuk chord kayak Dim, Aug, 7, Sus, dan kawan-kawannya yang kalau dipelajari dan dipakai dengan penempatan yang sesuai bakal bikin musik jadi lebih kaya, lebih manis, lebih indah didengarkan. Kemudian feeling untuk menebak dan menyelaraskan susunan chord-chord itu akan mengalir dengan sendirinya, hampir seperti insting, bahkan waktu mendengar lagu yang sama sekali baru. Skill yang sungguh sangat berguna bagi para pemusik.

Lalu, berhenti sampai di sana saja? Tidak, penyelarasan itu proses yang terus menerus. Utamanya bagi para pemusik yang tergabung dalam satu kelompok atau lazim disebut sebagai band. Seperti alat musik yang berbeda jenisnya sudah tentu mengeluarkan bunyi dengan jenis yang berbeda, demikianlah satu pemusik dan pemusik lainnya saling mengisi dengan berirama ketika mengiringi satu lagu yang sama dengan nada dasar yang sama. Bunyi gitar tak elok kalau terlampau nyaring dan dominan sendirian, begitu juga ketukan drum nggak akan nyaman didengarkan kalau tak selaras dengan tempo instrumen lainnya.

Kelak, seiring waktu yang pelan-pelan mengasah - tak cuma skill, namun juga karakter, antar para pemusik akan saling memahami gaya bermain dan mencoba kemungkinan-kemungkinan yang bisa dikembangkan saat bermain bersama dalam satu band. Variasi-variasi irama dan kapan saat yang tepat untuk menyisipkannya. Bukan sekedar soal kepuasan mencapai akhir lagu dengan sempur... ehm, dengan baik, tetapi sepanjang saat berlatih dan memainkannya dengan kompak. Priceless!

Kemudian tulisan ini bisa semakin berpanjang lebar melanjutkan daftar teknis yang harus diselaraskan antar para pemusik dengan vokalis, dengan para pendukung vokal, dengan audiens, dan lainnya; namun aku akan berhenti sampai di sini dengan mengingat kembali petuah sederhana waktu belajar musik dulu. Di kala nada terdengar sumbang, butuh penyelarasan dan untuk menyelaraskan, sederhananya kita mesti mendengarkan. Susah-susah gampang.

*Ralat: Saya baru tahu ternyata jarak antara Senar 1 dan 6 sejauh 2 oktaf. Barusan diberitau si Zakh yang pintar dan baik hatinya. Thanks, brother! Really appreciate it! :)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form