Catatan Inspirasi

To Be Continue

5:09 AMHeri Kurniawan


Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir.

Pengkhotbah 3:11 - BIS

Kalo senang nonton film, apalagi yang diadaptasi dari novel, tren belakangan yang dianut Hollywood adalah membuat sekuel-sekuel atau kelanjutan dari kisah sebelumnya. Entah itu sang hero bertemu dengan heroine lalu hidup bersama, mengungkit masa lalu sebelum sang tokoh mendapat kesaktian atau malah bangkitnya musuh terdahulu untuk balas dendam. Macem-macem deh!

Di atas semuanya, saya bersyukur punya Allah, Sang Sutradara terbesar alam semesta. Dia yang menciptakan setiap karakter dan menempatkannya di setting waktu, tempat dan lingkungan yang tepat. Tepat sesuai role yang Ia berikan dan tepat untuk memuliakan Dia. Namun jangan keburu pesimis dan memandang Allah sebagai Oknum yang tidak jauh beda dengan diktator, pengatur yang semena-mena. Dia memberikan kita peran sekaligus improvisasi kebebasan untuk menjalani skenario hidup kita. (Hahaha! Okeh, kali ini saya nggak akan berpanjang-panjang nyerimpet ke kehendak bebas dengan rencana kekal Allah yang tak terbantahkan)


Allah yang dalam kekekalan ini mengatur sedemikian rupa setiap babak dalam hidup kita. Kapan kita memulai sesuatu, menikmatiNya dalam apa yang kita lakukan dan akhirnya suatu saat kelak memindahkan kita - entah ke episode berikutnya, atau malah langsung tanpa ditebak memberikan kejutan tanpa spoiler lebih dahulu. Dalam periode tertentu itu, tak terpungkiri bahwa kita menikmati Allah sekaligus berelasi dengan setiap tokoh lainnya yang berperan dalam scene yang sama.

Selama masih bernapas, kita akan terus menjalani periode satu berganti periode lainnya. Menjumpai satu keadaan dan akhirnya meninggalkan keadaan tersebut. Kadang saya bertanya, apa tujuan Allah menciptakan perubahan yang kadang dibungkus dengan sesuatu yang misterius? Bukankah bagus jika manusia tetap pada keadaannya sekarang, menjalani hal yang sama, berelasi dengan orang yang sama pula. Statis. Stabil. Tanpa perubahan yang fluktuatif. Tapi seorang penulis bertutur, justru dalam perubahanlah Allah menciptakan sebuah kerinduan kepada Dia yang tidak pernah berubah. Kita menjadi semakin mengharapkan akan suatu kekekalan bersama Dia di surga kelak, bukan mencintai kenyamanan dunia yang sementara ini. Sungguhpun hidup di dunia adalah sebuah trailer singkat tentang kehidupan bersama Allah yang kekal.

Peran masing-masing kita akan berlanjut dengan sekuel-sekuel yang berbeda. Tidak akan tamat sebelum kita dipanggilNya atau Dia yang datang pada kita. Karena setiap akhir dari sebuah babak, adalah sebuah awal baru bagi babak lainnya. Hidup kita cuma sekali. Nggak ada peran ganda kayak reinkarnasi. Oleh karena itu, mari kita hidupi hidup yang berdasarkan Firman Allah senantiasa agar hidup kita tidak menyimpang cerita Allah.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form