Catatan Pemikiran

Mengejar Ketertinggalan

10:44 PMHeri Kurniawan



Kata orang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kutipan yang manis untuk menyenangkan atau menyemangati mereka yang berulang kali gagal dalam sebuah hal atau sekedar memberikan motivasi moril. Tertinggal itu rasanya tidak enak. Kadang malu. Kadang batin ini rasanya berat. Ada beban dalam hati akan sebuah kesadaran akan tanggung jawab yang tak urung selesai tepat waktu. Dalam ketertinggalan pikiran berkecamuk sehingga kadang tak lagi mampu jernih menganalisa. Segala kaki tangan rasanya gemetar dan serabutan tak tentu. Mau bikin ini-itu tapi malah jadi rusuh. Gerasak-gerusuk terburu-buru.

Sebagian ketertinggalan, cenderung karena kecerobohan sendiri. Tak bijak memanajemen diri, bodoh mengatur waktu, boros memakai harta, tak arif dalam bertindak, tidak bijak mempergunakan pilihan, kesempatan dan kepercayaan. Tapi ada kalanya dalam ketertinggalan karena keadaan dan situasi yang terpaksa mengharuskan keputusan yang sulit yang acapkali tak dapat kita abaikan begitu saja.

Kerap memang ketertinggalan menghampiri oleh sebab sebuah keputusan yang tak terhindarkan. Namun dalam ketertinggalan yang demikian, bukankah kehidupan tetap layak untuk dinikmati? Menyaksikan harmoni ritme sebuah kehidupan yang bergulir lebih lambat. Merasakan curahan setiap tetesan detik yang ada seperti embun sejuk yang perlahan meninggalkan pucuk di pagi hari dan mengalir di punggung tangan. Melihat kepak lembut sayap-sayap setelah berdiam dalam gelungan kepompong; Atau sekedar waktu untuk lebih dalam merenungkan dan menyadari bahwa betapa banyak keajaiban yang seringkali terlewatkan.

Ketertinggalan oleh keadaan, tak selamanya buruk. Mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi hati dan melihat sekeliling dibandingkan tergesa-gesa menengok gelisah ke depan sampai keram. Tak perlu menyipitkan mata mencari-cari dengan beringas memaksa. Ketertinggalan melambatkan irama detak hidup yang berantakan, lalu menyalakan dengan lembut detak dengan irama teratur. Dalam ketertinggalan, kita menyadari bahwa tak selamanya hidup ini sepenuhnya dalam kendali kita. Ada sesuatu atau seseorang yang lebih besar dari diri kita yang pegang peran. Tugas kita cuma mengejar ketertinggalan itu dengan sebuah senyuman pengharapan dan hati yang rendah untuk mau belajar. Lebih baik mengejar ketertinggalan, daripada tidak sama sekali. Ya, saya rasa itu pilihan yang lebih baik.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form