Review

Digital Art Presentation and Workshop @america

10:14 PMHeri Kurniawan

Pada Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 Desember 2010 sejumlah mahasiswa Jurusan DKV Animasi Binus berkesempatan mengikuti seminar dan workshop yang bertempat di @america – Pacific Place. Acara tersebut dibawakan oleh Andre Surya, seorang digital artist dari Indonesia yang telah berpengalaman menangani visual efek dari film-film blockbuster Hollywood seperti Ironman, Transformers, Star Trek sampai The Last Airbender.

Andre Surya membagikan pengalamannya pada seminar di hari pertama. Ia mengisahkan bahwa kegemaran akan 3d modeling, lighting dan rendering ini telah ditekuni sejak SMA dengan belajar dari tutorial secara otodidak. Berangkat dari sana, ia memutuskan untuk keluar dari kuliahnya yang baru satu semester di DKV UNTAR lalu mendalaminya di Polaris, Kanada. Akhirnya setelah sekian lama, ia direkrut dan menjadi bagian dari ILM di bawah Lucas Film, Singapore. Seminar hari pertama diwarnai dengan sejumlah tanya jawab dari peserta mengenai pengalaman Andre Surya. “Susun portfolio-mu sebaik mungkin, lalu kirimkan ke ILM Singapore, kalau ‘Jedi Master’ dari Lucas Film berkenan, kamu akan dikontak lebih lanjut”, ujar Andre Surya yang saat ini menangani proyek lighting animasi 3D pertama dari Paramount yang akan rilis 2011. 

Pada workshop di hari kedua, Andre Surya menjelaskan step by step the making of dari karyanya, “Somewhere in the Sky” dan “Moon and Star”. Seperti karya lainnya yang spektakuler, Andre menekankan konsep landscape dan sebuah utopia fantasi namun dibalut dengan lighting dan rendering yang realis. Contohnya pada “Somewhere in the Sky” yang walaupun hanya dimodel dengan “sederhana” namun dengan pemberian texturing ala renaissance yang kuat ditambah pencahayaan dengan intensitas dan peletakkan yang tepat, Andre berhasil memukau decak kagum peserta. Sebuah karya yang elegan namun tidak harus selalu rumit dalam pengerjaannya. Menurut Andre, orisinalitas harus dipertahankan. Dengan prinsip demikian, tidak heran jika ia memutuskan untuk membuat sendiri dari Corel Draw semua tekstur dan ukir-ukiran yang ia gunakan. Sesekali ia menggunakan tekstur dari image internet, namun tidak serta merta ‘diceplok’ begitu saja. Ia mengolah ulang elemen pada image seperti goresan dan noda-noda untuk memberi kesan pada tekstur yang ia pakai.

Kesederhanaannya dalam berkarya nampak pula pada karya-karyanya yang lain. Ia lebih suka menggunakan standar lighting, system pencahayaan yang sederhana dan tidak memerlukan waktu render yang lama. Andre berujar bahwa dalam sebuah landscape, kontras itu sangat penting, karena itu pemilihan jenis pencahayaan dan layout harus diatur sedemikian rupa sehingga setiap objek diekspos dengan tepat sesuai mood image. 

Sesi terakhir pada workshop adalah apresiasi, saran dan komentar dari Andre Surya kepada karya-karya still image yang dikirimkan oleh kampus-kampus desain di Jakarta. Dari sekitar 30-an karya yang masuk dipilih 6 image yang menurutnya terbaik dan 4 diantaranya adalah modeling hard-surface dari mahasiswa animasi DKV Binus: Reinandus Soepanto, Ryan Cassandra, Heri Kurniawan dan Edwin Wijaya. Rei diberikan kesempatan mempresentasikan konsep karya modeling, layout dan pencahayaan dari Ferrari-nya. Workshop itu ditutup dengan semangat berkarya yang menggebu-gebu dari seluruh peserta di @america
DKV Binus

You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form