Catatan Inspirasi

Kepo

12:11 AMHeri Kurniawan

Kepo itu berarti kepengen tahu melulu sama urusan orang lain. Biasanya sih dengan rasa penasaran yang berlebihan luar biasa. Entah kata 'kepo' itu diserap darimana. Saya curiga itu dari bahasa Inggris 'care for' yang bermakna 'peduli'. Ahh... Tapi peduli dan kepo 'kan beda. Ternyata setelah dijelaskan, katanya kepo itu berasal dari bahasa Hokkian, 'kaypoh'. Konteksnya kayak ngobrol sama Oma-oma. Tau kan, pertanyaan tipikal kayak lagi kuliah dimana, sudah kerja atau belum, sudah punya pacar, kapan kawin dan berbagai pertanyaan dengan jawaban awkward lainnya.

Peduli itu tindakan ingin mengetahui keadaan seseorang agar bisa menolong. Peduli dilakukan dengan tetap menghormati privasi dan mendengarkan secara saksama. Peduli selalu berasosiasi dengan hal baik sebagai respon aksi atau simpati yang akan dilakukan, misalnya yang paling simpel yah berdoa. Nah, kalau Kepo cenderung ke arah penasaran yang berlebihan supaya bisa dapat bahan gunjingan atau gosip hot terbaru. Semua orang kepo itu sucks! Soalnya habis kekepoan orang itu 'terpuaskan', they will do no action! Justru malah bikin hal sepele jadi makin ribet.

Agak kasihan sih, karena akhirnya orang yang jadi korban 'kepo' akhirnya kapok dan menutup diri sama SEMUA bentuk perhatian yang tulus. Padahal, kita didesain untuk bersosialisasi dan peduli terhadap orang lain. Peduli dan bukan kepo! Tapi kalau mau diperhatikan, jangan-jangan para orang kepo yang suck itu pun adalah korban juga, korban kurang perhatian. Karena mereka haus perhatian, maka mereka menyalurkannya dengan bentuk kepo lalu bingung musti ngapain lagi, karena tidak biasa 'diperhatikan secara tulus'. Memprihatinkan, yah.


Haha! Bukan berarti akhirnya kita nggak mau kepo lagi. Insaf lalu jadi apatis, sih. Menurutku, itu respon yg ekstrem! Jangan pernah sok perhatian kalau kamu nggak pernah benar-benar berniat tulus untuk membantu atau peduli terhadap orang tersebut. Jangan suka nanyain 'mau didoain apa?', kalau itu hanya kedok untuk ngorek masalah orang, Sobat! Apalagi, kalau kamu-nya nggak pernah benar-benar niat mendoakan, itu namanya kepo! Orang macam begini yang merusak tatanan persahabatan yang tulus dan menyebarkan kepahitan kemana-mana.

Kalau kamu ada bakat untuk kepo, yuk 'energi negatif' itu disalurkan dengan cara positif. Nggak semua orang punya 'bakat' itu, teman! Jadilah pendengar yang baik dan perhatikan dari berbagai perspektif, kemudian, seusai memetakan akar masalahnya, saatnya kasih solusi. Bantuan simple dan praktis yang bisa segera diaplikasikan. Doakan dia, atau bantuin orang itu untuk rekonsiliasi dengan musuhnya, atau traktir dia makan siang seminggu karena dia lagi nggak ada duit, atau apa pun. Aksi! Nggak gampang loh. (Hehehe...Makanya, siapa suruh kepo?) Karena kita dikasih 2 kuping dan 1 mulut. Otak yang terletak di atas, hati sejajar dengan tangan di tengah dan kaki di bawah. Use them well! Ingatlah, ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan terjawab di dunia ini, demikian pula rahasia hati manusia, walaupun demikian tidak akan ada satu rahasia pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Paradoks yah? Hehehe.. Oleh karena itu, yuk saling peduli yang beralaskan respek secara wajar. Di situ seninya kepo! :)

You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form