Music Review

Review: Hymns and Sacred Song

11:51 AMHeri Kurniawan


Belakangan ini, ada banyak sekali lagu Himne atau lagu-lagu kontemporer lama yang diaransemen ulang secara bebas. Mungkin sebutannya 'Recycle lagu', kali yah. Dalam pengertian, lagu yang lama diganti aransemen dengan mempertahankan liriknya, atau bahkan liriknya sama, tapi nadanya sudah jauh beda. Ya, mungkin karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak warisan pengajaran doktrinal yang baik dan pujian yang jauh lebih puitis terkandung dalam lirik lagu himne. Kekuatan kidung himne terbukti longlasting sampai saat ini. Dalam beberapa kasus, sebagian hasil recycle bikin lagu jadi makin bagus, sebagian jadi segar untuk didengar bahkan memperluas maknanya. Tapi nggak sedikit yang gagal dan malah bikin hancur lagu aslinya. So, nggak semua lagu recycle bisa dinyanyikan secara berjemaat dalam ibadah. Soalnya, nanti mereka bingung, ini versi yang mana lagi. Hehehe..

"Hymns and Sacred Song" adalah project dari Leigh Nash, Vocalist Sixpence None The Richer, yang menurut saya berhasil bikin recycle yang keren. Sixpence None The Richer adalah band yang bawain lagu 'Kiss Me', 'There She Goes', 'Dancing Queen' dan lainnya. Setelah beberapa lama vakum, mbak yang dibilang bersuara malaikat ini bikin versi Recycle beberapa lagu himne yang populer seperti Saviour Like A Shepherd Lead Us (biasanya diterjemahkan menjadi 'Tuhan, Kau Gembala Kami') dengan melodi yang totally fresh, jadi unik dan rada bikin goyang. Dengar juga Come Thou Fount of Every Blessing (Datanglah ya Sumber Rahmat) yang beda nada, beda aransemen, hanya lirik saja yang sama. Tapi favorit saya adalah "Song of Moses". Jadi ceritanya Musa dan Miriam, yang dikenal sebagai Worship Leader pertama di Alkitab, menyanyikan pujian bagi Allah Yahweh - Pahlawan dan pembebas umat Israel. Allah yang perkasa itu telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dan mengantar mereka menyeberangi laut Teberau. Lagu ini sebenarnya bukan berasal dari lagu himne. "Song of Moses", yang juga pernah dibawakan oleh Aaron Keyes ini, diaransemen sehingga tone-nya mirip dengan lagu himne. Ahh... setiap kali lagu ini diputar di playlist, saya kembali mengingat berbagai peristiwa tangan Allah yang menyertai dalam setiap kesukaran atau sukacita. Mungkin seperti yang diserukan riuh rendah oleh 2 juta orang yang baru saja mengecap keajaiban seperti tercatat di Keluaran 15 itu. :)

Praise the Lord, our Mighty Warrior
Praise the Lord, the Glorious One
By his hand we stand in victory,
By his Name we overcome

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form