Cerita Kontemplasi

Pemberontak Pemberontak

6:00 AMHeri Kurniawan

Kita hidup dalam zaman yang jenuh dalam berbagai posisi. Segala sesuatu terjadi berulang kali dan semuanya telah pernah dialami. Setiap hari kita bercerita mengenai borok bobrok dan bersenandung tentang yang tak becus diurus. Kita butuh banyak pemimpin yang membawa perubahan, mereka yang paham aturan serta berani merombak tata cara yang terlanjur berantakan. Semua orang juga bisa kalau cuma sekedar protes menggerutu. Toh, setiap orang selalu menganggap diri tak pernah keliru. Walau nyaris serupa, tetapi selalu ada perbedaan tipis antara "memberontak" dengan "membuat dampak". Jika yang pertama cuma merusuh dan bikin kisruh, yang lainnya justru merancang langkah ke depan lebih maju.

Maaf, tapi kami sudah kenyang dengan pemberontak congkak atau penentang yang merasa diri paling suci. Awalnya selalu tampak keren, kemudian sama saja... memble. Cih!! Saya jadi tidak heran bahwa akhirnya perang agama membuat orang menjadi ateis, atau kaum golput yang terlahir karena perang politis. Kami sudah kenyang mendengar omong kosong bohong.

Karena perubahan tak perlu menunggu sampai tiba aksi yang besar bingar, mungkin dimulai dari sesuatu yang sederhana dan yang paling biasa. Karena ternyata mungkin menjadi pengubah itu kombinasi antara cerdas otak menggagas, luas hati berempati, sekaligus tangkas tangan bertindakan. Karena perubahan itu harus dimulai dari kamu dahulu. Kemudian kita sama-sama berteriak lantang, "Pemberontak Pemberontak".

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form