24601 - Review Les Miserables

11:52 PMHeri Kurniawan


Victor Hugo (1802 - 1885 ) adalah seorang penulis fiksi roman politis dengan karya yang melegenda. Hugo yang juga menulis kisah epik lainnya: "The Hunchback of Notredame" dibesarkan oleh sang ayah yang adalah seorang tentara dengan ibu seorang loyalis Katolik. Tidak heran jika karya-karya beliau sarat dengan nilai patriotis dan religi. Setelah merampungkan The Hunchback of Notredame, Hugo mulai menyusun bahan-bahan untuk kisah fiksi lainnya seputar perjuangan revolusi Prancis, potret kritik keadilan sosial dalam rangkaian jalinan emosi dan romantisme era Restorasi Bourbon. Akhirnya setelah berkutat 20 tahun, terbitlah untuk pertama kali, Les Miserables.

Kisah Les Miserables tentang Jean Valjean, seorang mantan narapidana dengan nomor hukuman 24601 yang dijatuhi pidana 20 tahun penjara karena mencuri sepotong roti untuk keponakannya yang kelaparan. Setelah menjalani hukumannya, seumur hidup Valjean tetap menyandang status kriminalis berbahaya yang menyebabkan dia tidak diterima di masyarakat. Suatu malam, Valjean yang menggelandang, kelaparan dan kedinginan dijamu oleh Monsieur Bienvenu, seorang uskup murah hati yang hidup sederhana. Bukannya bersikap terhormat, tengah malam saat semuanya terlelap, Valjean malah kabur setelah merampok peralatan makan perak milik uskup Bienvenu. Keesokan hari, Valjean yang tertangkap tangan oleh serdadu diperhadapkan kembali kepada Uskup. Alih-alih, menjatuhkan tuntutan kepada pencuri tidak tahu balas budi ini, sang uskup tua menyatakan bahwa peralatan perak tersebut memang dihadiahkan kepada Valjean dan membebaskannya dari hukuman yang harus diterima. Inilah titik balik dan awal mula kisah Les Miserables, dari seorang terpidana yang hidup penuh kebencian dan keputus-asaan menjadi seorang Jean Valjean yang baru. Bayangkan kisah seorang walikota terhormat yang mengasihi seorang pelacur yang hina, seorang ayah yang menebus anaknya kembali, dan seorang 'buronan' yang mengampuni musuhnya. Hmm... Kisahnya kedengaran familiar dengan cerita-cerita yang biasa didengarkan setiap hari Minggu itu, yah.

Menyaksikan versi film musikal dari Les Miserables (2012) ini adalah sebuah pengalaman menonton yang baru buat saya. Sebelumnya, saya cukup menikmati film musikal macam Sweeney Todd, Across The Universe, August Rush atau bahkan tipikal film Bollywood seperti Three Idiots dan Kuch Kuch Ho Ta Hai yang penuh nyanyi dan tari. Kalau film-film tersebut menyajikan cerita dengan porsi nyanyi dan dialog yang berimbang, Tom Hooper menyajikan Les Miserables versi Operet Broadway dalam 158 menit dengan  dialog yang seluruhnya nyaris dilantunkan. Imbasnya: beberapa shot rasanya cukup membosankan karena penonton disuguhkan cut-cut panjang dengan lirik berbunga-bunga yang dinyanyikan solo alih-alih dialog normal macam "Stars"nya Javert (Russel Crowe) atau "Bring Him Home"nya Valjean (Hugh Jackman). Meski tidak dapat disangkal, format inilah yang paling sesuai untuk membingkai rapuhnya Fantine (Anne Hathaway) di "I Dreamed a Dream", jahilnya Monsieur dan Madame Thenardier (Sacha Baron Cohen dan Helena Bonham Carter) di "Master of the House", merasakan adrenalin merambati seluruh tubuh lewat choir megah di "Look Down" dan "Epilogue".

Afterall, Les Miserables (2012) adalah film yang layak ditonton apabila kamu cukup familiar dengan kisahnya sehingga penasaran untuk menyaksikan versi musikalnya di layar lebar, atau kamu adalah penggemar yang mengapreasiasi seni teater dan operet musikal yang puitis. Sebab mungkin saja dua setengah jam tersebut cukup membuat muak dan duduk dengan perasaan udah-deh-ngomongnya-biasa-aja-nggak-usah-pake-nyanyi-kenapa. Jangan kuatir, kamu masih bisa menyaksikan kisah penuh makna dengan alur yang kurang lebih sama di film Les Miserables (1998) yang dibintangi si Liam Neeson dengan dialog yang normal. Gampang, kan.

Image: google

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form