Artworks Catatan

Wawa - Panpan: Sungkan

6:00 AMHeri Kurniawan



Makan tuh Sungkan



Budaya sungkan itu seperti mengalir di setiap urat nadi dan pembuluh. Sungkan, misalnya, menegur atasan atau mereka yang usianya lebih sepuh. Susahnya, kalau nggak sungkan, malah dikatain nggak berperasaan atau malah nggak tahu santun sopan. Di sisi lain, secara definisi, "sungkan" itu jelas tak semakna dengan "respek" atau "hormat". Sungkan itu sekedar perasaan tidak enak hati untuk menasihati atau terlalu dahulu berburuk sangka akan reaksi yang mungkin sebenarnya tak pernah ada.

Tidak ada yang salah dalam menegur, apalagi jika teguran tersebut layak diberikan. Dengan catatan, teguran tersebut memang perlu, memang membangun, dan memang tepat dilontarkan dari segi peristiwa dan waktunya. Sayangnya zaman sekarang ini, alih-alih mengatakan hal benar yang patutnya diutarakan, malah cuma sekedar diam dengan alasan sungkan. Malah sebaliknya, kalau soal melangkahi aturan atau memperkosa hak orang, rasa sungkan malah sudah hilang.

Mungkin lain kali, batasan yang jelas harus benar dibahas. Jangan sampai hak satu pihak dirugikan sesederhana karena pihak lain tak mengerti bahasa sungkan yang diucapkan. Toh, selama kita mengutarakan dengan sopan, rasanya jauh lebih mulia daripada sekedar diam karena sungkan. Kecuali kalau kamu menikmati akibat-akibat karena perasaan sungkan tersebut. Makan tuh sungkan!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form