Musik Review

Review: The Sounds of Indonesia

9:30 PMHeri Kurniawan


Saya mengagumi Addie MS. Seorang yang luar biasa berbakat dan berprestasi, kepala keluarga yang bijak - yang anggota-anggotanya berkecimpung di dunia musik pula, pun dibarengi dengan karakter yang rendah hati dan bersahaja. Siapa yang belum pernah mendengar aransemen simfonik Indonesia Raya karya beliau bersama Victorian Philharmonic Orchestra, yang selalu dikumandangkan sepanjang peringatan kemerdekaan Indonesia?

Album The Sounds of Indonesia adalah project teranyar dari beliau bersama salah satu maskapai penerbangan terbesar nasional. Berisikan 25 lagu daerah dan nasional yang apik dan epik, nggak ngebosenin diputar berulang-ulang menemani mencari inspirasi atau sekedar teman perjalanan di dalam angkutan. Sebelumnya album ini hanya eksklusif diperdengarkan hanya di dalam pesawat, namun belakangan sudah rilis untuk publik. Kali pertama saya mendengar sepotong alunan Manuk Dadali dan Bungong Jeumpa adalah ketika take off dan landing di South Korea 2012 lalu. Beberapa bulan kemudian, dibalut dengan hardcover yang rapi, album ini nongol di toko buku dan di toko CD di beberapa Mall. Hasrat memiliki yang menggebu-gebu diurungkan ketika menatap bagian belakang barcode harga yang terpampang; Dengan asa yang kempis, saya mengembalikan album keren ini ke rak display singgasananya. Ah... tak ramah bagi kantung mahasiswa! Sampai ketika mengetahui bahwa album ini dijajakan pula via iTunes dan melirik kisaran harga yang terjangkau. Masterpiece ini memang layak dikoleksi.

Memang melalui akun social medianya, beliau bertutur bahwa lagu-lagu daerah kesayangan kita tersebut digubah dengan versi simfoni orkestra bareng City of Prague Phillharmonic Orchestra, namun tetap saja telinga ini rasanya protes sejenak. Kenapa nyaris nggak ada elemen alat musik tradisional macam gondang, angklung atau suling seperti aransemen musik tradisional pada umumnya? Rasanya seperti separuh muka dipermak dengan absennya musik etnik. Tapi tunggu dulu, setelah mendengarkan dengan saksama, saya lalu sangat menikmati nuansa centil nan genitnya lagu Ayo Mama, megahnya aliran tenang Bengawan Solo, semilir sejuknya Anging Mamiri, keceriaan nostalgia permainan masa kecil Cublak-Cublak Suweng. dan masih banyak lagi. Elemen etnik boleh saja tak terdengar menyeruak kental, namun saya belajar justru spirit yang terkandung di dalam lagu itu yang tak dilupakan. Nggak heran kalau lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Soed yang dulu ada di Simfoni Negeriku, dibawakan ulang sebagai pamungkas. Ibaratnya seperti mendengar soundtrack dari komposer film kenamaan macam Joe Hisaishi, Hans Zimmer, atau John William, mendengarkan album ini sungguh membangkitkan imajinasi dan menggugah rasa sayang teramat sangat buat negeri ini. Tak pelak kalau dunia pun mengapresiasi karya seni ini dengan kenyataan bertenggernya album ini sebagai iTunes Top Chart.

Haru rasanya mengingat bahwa di bangsa ini masih ada orang-orang yang cerdas macam Addie MS, yang dengan bangga mengemban tanggung jawab mengelola Indonesia yang teramat kaya sumber daya dan budaya. Kemudian saya menyelesaikan tulisan ini sambil mendengarkan lagi track favorit saya di album ini, Manuk Dadali - burung garuda, sambil berharap suatu saat bangsa ini kembali seperti terjemahan liriknya: mengangkasa terbang melesat tinggi jauh di awang-awang, merentang sayap tegak tanpa ragu. Gagah perkasa tanpa tandingan, dihormati dan disegani oleh sesama.

You Might Also Like

1 comments

  1. Im a fans of this album too!!!
    Pertama saya denger lagu nya tu pas di garuda juga, lagu Bungong jeumpa dari Aceh.
    Sumpah, merinding dengernya. Mendengar lagu-lagu di album itu berasa diajak berkeliling nusantara dengan semangat-semangat positif yang berbeda beda.

    Bravo Addie MS

    ReplyDelete

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form