Omong Kosong

Sesendok Harapan

1:03 AMHeri Kurniawan

Siapa mengira sesendok harapan mampu menyegarkan jiwa yang lesu?

Aku mengantri sesuap di tengah teriknya kabar buruk
sambil membenarkan posisi beban tekanan yang menggelayut di tengkuk.
Aku lihat wajah-wajah yang akrab, perlahan tumbang karena hilang harap.
Mereka yang lama mengantri,
akhirnya lututnya dipaksa bertekuk oleh penat, keram dan nyeri.

Aku berjinjit setengah berjingkat melihat antrian depan yang tak kunjung bergerak.
Tak mau maju, enggan mundur, ogah bubar.
Aku mengantri sambil menelusuri jejak-jejak di ruang kaca atau di lantai-lantai bermimbar  tinggi.
Menengok engkau yang di ujung pulau atau dari peta dalam kamarku sendiri.

Kita jiwa-jiwa yang haus akan harapan.
Aku ingin kita berdiri begini saja.
Tak usah bicara hal-hal yang diulang dan membosankan.
Di tengah dahaga dalam perjuangan dunia, sungguh lega jika kita mengantri bersama.
Sesendok harapan ini kita bagi dua.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form