Omong Kosong

Tentang Beling

8:12 AMHeri Kurniawan

Perkakas pecah belah dibuat demikian. Ringan, kuat, licin, dingin, awet, murah, namun ringkih. Yang jatuh kemudian jadi beling — kadang disengaja namun beling tak pernah sekalipun minta, berakhir berkeping-keping.

Awas ada beling, kata orang. Mereka ambil jalan memutar  menghindari jauh-jauh dari beling. Perkakas yang berubah jadi beling yang hancur sekaligus mampu menghancurkan. Pecah dibalas luka sayat. Keping membalas codet. Yang melukai mungkin karena sejak awal telah retak berkeping.

Beling yang dulu disayang dan terpampang di lemari pajang, buru-buru disapu, diserok dan dibuang. Semua orang tak suka ada beling di sekitarnya. Semua — kecuali kuda lumping yang doyan makan beling.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form