Catatan Inspirasi

Dirgahayu Yesus!

11:04 PMHeri Kurniawan

Musim Natal sudah datang. Seusai Thanksgiving dan memasuki Minggu Advent (masa periode penyambutan Natal), suasana mendadak berubah "bersalju". Panitia di Gereja dan persekutuan mulai sibuk nyari dana atau menghitung jadwal latihan drama, paduan suara dan musik menyambut hari spesial ini. Toko dan Mall lagi getol-getolnya masang ornamen, jual perlengkapan Natal, bikin Sale gede-gedean, dan laen-laen. Dan yang paling menyebalkan buatku adalah Santa Claus dengan naifnya selalu menghiasi musim menyenangkan ini, bukan Yesus.

Oke...Saya tahu emang aslinya Perayaan Natal bukanlah tepat tanggal kelahiran Yesus. Natal pertama bukan di 25 Desember yang adalah musim dingin. Musim yang mustahil bagi gembala-gembala di padang menjaga domba dan mendengar berita Natal dari Malaikat. Dan saya juga tahu bahwa perayaan di tanggal ini berasal dari agama penyembah alam yang merayakan ultah sun-god dan kemudian diubah oleh imperial Roma menjadi ultah Son of God. Bukankah di Alkitab sendiri pun ga berkata orang Kristen harus merayakan Natal? So, Natal ga boleh kalo gitu?

Tapi bukankah dalam Natal kita tetap menyembah Allah dalam Kristus dan mengenang bentuk ketaatanNya, meninggalkan takhta Allah yang maha tinggi, merendahkan diri dan mengambil rupa hamba -manusia dengan derajat yang paling hina, yang lahir di kandang domba. Semua yang dilakukanNya karena cintaNya kepada manusia. Bukankah Natal adalah ajang yang terbaik untuk memberi persembahan berupa jiwa-jiwa baru yang diajak dalam ibadah dan pesan injil di dalamnya?

That's why saya agak sebal dengan image Santa Claus yang seolah-olah dirayakan "ulang tahun"nya pada Natal. Bapak tua yang berbau komersil dan diskon cuci gudang. Natal yang sudah berubah esensi jadi sekedar liburan hura-hura akhir tahun tanpa mengenang makna syahdu Bayi Natal, MahaRaja yang turun ke dunia 2009 tahun yang lalu.

Terserah kamu pro atau kontra dengan peringatan Natal. Tapi buat saya, Natal adalah saat untuk berkata, "Dirgahayu, Tuhan Yesus! Terima kasih Engkau sudah mau lahir jadi manusia dan menyelamatkan saya". Dan saya tahu, Ia Allah yang mengerti bahasa Indonesia dan mengenal hati saya yang terdalam. Bukankah Natal seharusnya adalah peringatan ulang tahun Yesus?

*Dirgahayu berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Dirgha” yang berarti Panjang, tinggi/luhur/mulia dan "Rahayu" yang berarti hidup. “Dirghayu”: bersinar cemerlang dalam masa hidup yang panjang/lama (Long Live) . Suatu istilah yang menurut saya menyiratkan juga sebuah ucapan selamat ulang tahun.

You Might Also Like

3 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form