Music Review

TW Concert Glory to Glory : We're all also the Worshippers!

12:32 AMHeri Kurniawan


Kemaren malem Istora Senayan penuh sesak sama worshippers di konser TW Glory to Glory (I decided not to using word "penonton" because we're not only watching or attending a concert. We all got involved into a night full with jump, shout, praise and worship. We're also the worshippers!)

Setelah persiapan 5 bulan, kata Sydney Mohede, malem itu merupakan ekspresi penyembahan yang luar biasa. Gerbang sudah dibuka sejak 6.30 sore dan segera saja sudah dipadati sama ribuan anak muda datang dengan adrenalin penuh plus semangat yang gak kenal capek. TW yang sekaligus live recording untuk album terbaru mereka membawakan 12 lagu baru, diantaranya: Salib-Mu, Bersorak-sorai, Kau Rajaku, Tiada Ternilai, Slamanya Kau Tuhan, Glory to Glory, DenganMu Tuhan, You Are My Father, & Be Glorified and Magnified. Lagu-lagu itu sebelumnya sudah diUpload di Youtube supaya bisa dilatih buat nyanyi bareng di konsernya. Selain lagu-lagu baru, TW juga bawain beberapa lagu dari album mereka yang terdahulu kayak Shine Like Stars-Reggae dari A Heart For You, NamaMu Tuhan, dari God is Our Victory, Sungguh Nyata dari All Things New dan banyak lagi.

TW Sebagai leader di dunia musik Praise and Worship Kristen, patut diacungi jempol. Seluruh rangkaian acara: mulai dari persiapan, publikasi dan set stage bener-bener dipersiapkan matang dan canggih. Publikasi cetak rasanya sudah semakin ditinggalkan. Saatnya Facebook, Twitter dan Youtube diefektifkan guna marketing event ini. Jam 6 sampai jam 7, sebelum konser dimulai, ditayangkan secara shuffle tweet para fans yang masuk di hashtag Twitter TWGTG. Set background panggung dengan motion graphic yang keren didukung pula dengan lighting yang luar biasa juga mendukung setiap performance.

Dibuka dengan opening a group of drummer beating their snare together. Satu "genderang" besar yang ditabuh disusul oleh penabuh-penabuh lain, semua orang disuguhkan performance yang keren nan mengundang penasaran. Tapi berikutnya waktu opening selesai, penabuh drum beranjak dan genderang raksasa itu digotong pergi, semuanya ngerasa aneh. "Loh, cuma gitu doang" Hehehe..Tapi hal itu ga berlangsung lama karena Sydney, Sari dkk udah muncul di panggung dan membuat histeris semua orang. "Siap memuji Tuhan?" sapa Sydney dan konser pun dimulai.

Di tengah sesi, PS Jeffrey Rachmat tampil dan membawakan sharing singkat tentang tema Glory to Glory. Bagian Alkitab yang dibawakan dari 2 Korintus 3:18 “But we all, with unveiled face, beholding as in a mirror the glory of the Lord, are being transformed into the same image from glory to glory, just as by the Spirit of the Lord.” Dari bagian ini, Ps Jeffrey bilang kalo ternyata Tuhan lebih seneng untuk mengubah kita daripada mengubah keadaan sekitar kita. TujuanNya adalah dalam kemuliaan yang makin besar. Supaya kita makin cemerlang, makin meningkat dan bermutu dari satu level ke level berikutnya.

Proses perubahan itu berlangsung secara terus menerus ga cukup cuma sekali dan berhenti sampai di satu titik saja. Dia mau supaya kita mengalahkan dunia serta menjadi garam dan terang. Caranya dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama, pola pikir lama dan mengubahnya dengan yang baru. Kebiasaan lama nggak mungkin bisa dibawa naik dalam dimensi yang baru. Untuk itu semuanya harus mau diproses oleh Tuhan. Seringkali kita hanya mau diubah tapi ga mau diproses. Seringkali kita iri dengan rumput tetangga yang lebih hijau. Rumput tetangga bisa hijau karena mereka rawat. Rumput kita juga bisa hijau asal kita rawat pula. Tuhan ingin mengubah kita karena Ia ingin kita mencerminkan kemuliaanNya. It's not about other that we please to God to be changed, but it's about ourself! Bukan cuma jadi pendengar, tapi juga jadi pelaksana dan endingnya nama Tuhan pun dipermuliakan kalau ada perubahan demikian.

Usai sharing singkat itu, TW kembali tampil dalam sesi selanjutnya dan membawa semuanya dalam atmosfer penyembahan. Penyembahan ga selalu identik dengan mellow melody. Kayak "Kau Rajaku" dan "Be Glorified and Magnified" yang digarap keren banget buat worship. Tangan-tangan terangkat dan hati menyembah Allah yang layak diagung dan muliakan. Lagu-lagu bergulir dan sampai pada lagu "Bersorak-sorai" bola-bola karet dengan ukuran gede dijatuhkan dari langit-langit Istora. Semuanya jadi kaget sekaligus heboh karena orang-orang pada lempar-lemparan bola. Menurutku sih seru, lucu dan juga serem. Orang-orang semuanya riuh sibuk menangkis-lempar bola di atas kepala masing-masing dan udah ga peduli sama pujian yang dibawain TW. Anak-anak remaja yang berdiri di samping gw ga berhenti-berhenti teriak girang waktu nangkis bola kuning besar itu. Sampai akhirnya kelompok mereka berhasil "mengamankan" satu bola buat dibawa pulang. Bagian ini bisa dibilang kacau sih. Apalagi penonton usil melemparkan bola-bola tersebut ke arah personel TW. jadi nyengir juga ngelihat Sari sibuk megang mic, menghapal dan menyanyikan lagu sambil kelabakan nangkis bola. Hahahaha...live recoding, bo..masa' masuk DVD pas jatuh dilempar bola.

But overall, Kekhawatiran gw suasana bakal jadi ricuh ga terbukti. Sisa konser itu berlangsung lancar. Teriakkan khas, "We want more" digemakan berulang-ulang sampai Sydney akhirnya harus bikin deal dengan semua yang hadir. "Janji yah, abis lagu ini langsung pulang." dan malam itu ditutup oleh pujian TW dengan intronya yang legendaris itu, "Hatiku Percaya". Para personel TW memberikan salam, lampu dipadamkan, dan usailah rangkaian konser "Glory to Glory" jam 10 malam itu. Menyisakan antusiasme akan CD dan DVDnya yang rilis 4 Juli serta betis pegal plus suara hilang. Hahahaha!

You Might Also Like

6 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form