Catatan Inspirasi

Sedikit Dari Berkat Yang Engkau Berikan

3:20 PMHeri Kurniawan


“...Kami sudah memberikan sedikit dari berkat yang Kau berikan. Kiranya Tuhan pakai untuk memperlebar pekerjaanMu...”

Kadang-kadang tertawa dalam hati mendengar template doa persembahan yang sudah sekian ratus atau ribuan kali kita dengar. Ada prinsip ekonomi terselubung di dalamnya. Memberikan sedikit untuk mendapat yang lebar. atau mungkin memberikan sedikit dari sedikit berkat yang diberikan Tuhan? Hahaha...entahlah. Tuhan lebih mengerti jauh sebelum bibir kita berucap doa padaNya. =)

Seberapa lama kita sudah menjadi Kristen mungkin sepanjang itulah kita sudah memberikan persembahan. Apa makna persembahan itu buat kita? Apakah sebagai Investasi supaya Tuhan memberikan ganti balasan yang lebih banyak lagi? Atau sebagai manifestasi, perwujudan rasa cinta kita kepadaNya? Sekuntum bunga berarti perwujudan (manifestasi) suatu pernyataan atau perasaan sayang kepada yang terkasih. Dalam konteks bisnis, bunga berarti pula sebagai tujuan keuntungan atas penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek finansial (investasi). Waktu kamu memberikan persembahan kepada Tuhan, apakah kamu mempersembahkan "bunga" kepadaNya atau mengharapkan "bunga" dariNya?

Makna dari persembahan dan motivasi yang seharusnya dalam memberikan persembahan adalah sebagai tanda pengakuan bahwa tubuh, jiwa, dan roh serta segala yang ada padanya adalah berasal dari Tuhan dan pada hakikatnya milik Tuhan. Kita patut bersyukur dan berterima kasih padaNya buat semua yang kita terima sampai saat ini kita bisa hidup. Sebuah tanda bahwa kita beriman dan menundukkan diri (ketaatan) kepadaNya.

Seperti janda yang walau hanya mempersembahkan dua peser, namun dipuji oleh Tuhan Yesus. Walaupun secara nominal itu sangat sedikit, namun yang dipuji Tuhan adalah hati sang janda yang benar-benar dipersembahkan seluruhnya. Ia memberikan seluruh yang ia miliki pada Tuhan. Persembahan sesungguhnya bukan sekedar besaran nominal rupiah yang kita keluarkan untuk kolekte, namun menyerahkan seluruh hati, pikiran, dan seluruh tubuh untuk Tuhan. Itu yang kata Paulus adalah ibadah yang sejati.
Persoalan “Kami-sudah-memberikan-sedikit-atau-banyak-dari-berkatMu” tidak jadi soal. Yang terpenting, apakah itu merefleksikan hidup yang dipersembahkan seluruhnya buat Tuhan, apa tidak?

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form