Catatan Inspirasi

Diam itu (tidak) Indah

10:31 PMHeri Kurniawan


Bagi seorang pengamen diam itu tidak indah karena hanya dengan mengamen mereka mendapatkan receh demi receh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamen dengan gigihnya berkeliling di jalan yang panas, masuk ke satu rumah makan ke rumah makan lainnya dengan performance yang berbeda-beda. Ada yang bak rockstar bernyanyi dengan penuh penghayatan, ada yang cuma bermodal tepuk tangan dan kantung bungkus permen atau spesialisasi lagu rohani Kristen. Semua itu terpaksa dilakukan demi mendapatkan uang bagi mereka, meski kadang tidak selalu diterima, bahkan ditolak atau diusir.

Bagi seorang anak Tuhan, seharusnya diam itu juga tidak indah karena kita sudah selayaknya selalu berusaha memperdengarkan kabar baik tentang Kristus dari satu orang ke orang yang lainnya. Tidak untuk disombongkan atau dengan berbagai motivasi lain yang berpusat pada diri sendiri, namun melakukan penginjilan karena kita benar-benar mengasihi Allah. Walaupun sudah tahu seharusnya mengabarkan Injil, namun kita masih belum berani mengabarkan Injil di tengah keluarga ataupun teman-temannya dengan berbagai macam alasan takut : takut ditolak, tidak pintar bergaul, tidak pintar berbicara, takut dianggap sok suci, dsb. Namun sejujurnya jika ditelusuri lebih lanjut, mungkin kita masih belum mau meninggalkan zona nyaman kita untuk berbicara dan menceritakan tentang Kristus. Tentunya dengan cara-cara yang sopan, bersahabat dan bertanggung jawab - bukan dengan nyolot lalu minta dibakar, Hehe!

Mari kita menghayati dan merespon panggilan Allah untuk mengabarkan berita baikNya buat semua orang. Tidak ada alasan untuk takut karena hal tersebut sebenarnya adalah amanat yang Allah tugaskan untuk kita kerjakan dengan janjiNya selalu menyertai kita!

Bentuk promosi PO Sabtu kali ini adalah seorang Ibu pengamen yang sering mangkal di daerah Binus menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen. Playlistnya sekitar: Mukjizat itu Nyata, JanjiMu S'perti Fajar, Hatiku Percaya, Kukasihi Kau dengan Kasih Tuhan, Allah Kuasa, dan seterusnya. Gaya menyanyinya flat tanpa ekspresi dengan bermodalkan kecrekan dan bungkus permen untuk menampung segala bentuk pemberian. Heri sama sekali bukan bermaksud untuk menyudutkan pihak atau profesi tertentu. Terlepas dengan segala bentuk motivasi pribadi beliau dan segala kasak-kusuk mengenai komersialisasi suatu agama. (I really don't care about that) Heri cuma kagum dengan keberanian sang Ibu menyanyikan lagu-lagu rohani sementara pengamen lainnya membawakan lagu-lagu alay mainstream; dan sementara KITA anak-anak Kristen mungkin nggak seberani sang Ibu menyatakan iman lewat pujian/lagu/dst (baca: bersaksi) apalagi bercerita lugas mengenai karya keselamatan oleh Kristus (penginjilan).

Mohon maaf kalo poster ini mungkin menyebabkan seolah multitafsir dan seolah-olah menjadi bahan ejekan. Heri benar-benar terinspirasi oleh beliau. Tidak ada maksud lain :)
Sekali lagi sori yah, temen-temen!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form