Cerita Pemikiran

Bertemu Kekalahan

11:55 PMHeri Kurniawan

Suatu hari Kekalahan mengirimi pesan. Dia mengaku sudah memperhatikanku sejak siklus lalu. Dia tahu esok adalah Hari Pintu. Saat ketika seseorang harus membuka Pintu raksasa di ujung langit dan menemukan salah satu dari antara saudara kembar, kakak beradik itu: Kemenangan atau Kekalahan.

Kekalahan berbisik dengan suaranya yang parau. Dia menyampaikan sekali lagi bahwa esok, ialah yang akan bertatapmuka denganku. Aku memang tak pernah bertemu dengan dia. Selama ini Kemenangan-lah yang selalu mendekap dan berlari mengecup bibirku dari balik Pintu Ujung Langit. Kemenangan itu molek seperti malaikat. Rambutnya yang panjang selalu menggelitik pundakku dengan wangi yang membuncah. Betapa aku rindu berbaring di pelukan hangatnya. Kami selalu bertemu dan melepas rindu. Aku bercerita banyak dan itu cukup membuatku puas meskipun ia hanya diam menatap dengan matanya yang dalam dan berkilau. Tapi malam ini, Kekalahan yang menyapaku. Dia berkata, Kemenangan tergelincir. Ia takkan sanggup menemuiku esok dan hanya Kekalahan lah yang akan menyergapku dari balik Pintu Langit. Aku menelan ludah dan menarik napas dalam-dalam. Apakah ini semua lelucon? Pasti ada orang iseng yang mencoba mempermainkanku? Beragam pikiran berkecamuk seperti cakrawala yang mendung.

Aku ingin menyalahkan sahabatku: Keadaan. Dia sahabat yang selalu memberikanku kesempatan, sekaligus musuh yang menyelipkan ancaman. Dia lemah, namun berpengaruh. Sederhana tapi sekaligus menyimpan kerumitan. Paling enak menyalahkan Keadaan, gumamku kelelahan dan banyak pikiran. Lalu aku tertidur pulas malam itu membawa sejuta beban. Berharap semoga tidak dihantui mimpi buruk lagi.

Esoknya, Terik membayangiku dengan hujan peluh dan darah. aku menaiki tangga-tangga dan mendekati pintu langit. Berharap menemukan jawaban di balik Pintu raksasa itu. Perlahan, aku mendaki tebing tajam itu. Aku menyeret langkah dengan lunglai dan sayap patah. Darah berceceran di karang-karang saat aku berjalan melewatinya. Semak duri menancapi kaki yang tak beralas. Sambil terengah, aku terus berjalan dan mendapati akhir dari tebing di langit ini. Sebuah pintu yang terkunci. Dengan sisa-sisa napas, aku mengeluarkan segumpal daging dari dalam saku di dadaku. Sesuatu yang berdenyut dan merah. Aku merasakan kesakitan yang luar biasa.

Dalam genggamanku inilah segenap perasaan yang aku curahkan, seluruh akal budi, kekuatan dan hidupku. Habis sudah kendaliku atas masa depan dan setengah bergumam, inilah akhir dari segalanya, seperti pikirku sejak dulu kala. Hatiku sendiri yang berdetak, terkoyak berubah menjadi anak kunci merah. Setengah buta karena kesakitan, aku memutar gagangnya dan mendorong pintu besar itu untuk membuka. Menghadapi apa yang dibaliknya, aku menutup mata.

Sesosok mendekat dari balik benderang menyilaukan. Rambutnya berkibar dan matanya tajam. Kekalahan membekukku dengan erat. Ia menepati janjinya untuk menyambutku. Tapi dengan hati yang kini hancur, aku tak merasakan sakitnya Kekalahan, justru aku membalas pelukannya yang liar dengan erat.

Kekalahan adalah sahabat lamaku. Saat berjumpa dengannya, aku tak merasa takut. Karena dengan kekalahan, aku belajar lebih banyak daripada dengan kemenangan. Karena aku akan tetap menyambut siapa pun di balik pintu itu, baik Kemenangan yang indah, atau Kekalahan yang menyakitkan. Karena hati ini, walaupun hancur masih tetap berdenyut, menyenandungkan setiap napas kasih karunia yang ia terima. Kasih karunia yang tidak berhenti aku rasakan setiap saat dari tebing sampai di pintu langit. Kemudian, aku dan Kekalahan berangkulan melewati Pintu langit ini, mengantarku ke tebing lain dan memulai pendakian sampai Hari Pintu lainnya di ujung langit sana. Ya, di hari itu, saat aku bertemu dengan Kekalahan.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form