Kontemplasi Review

Penulis Kehidupan

10:49 PMHeri Kurniawan

Stranger Than Fiction (2006) mungkin adalah film dengan ide cerita yang paling malesin namun menggugah untuk ditonton. Film ini menawarkan cerita, bagaimana jika kisahmu (baca: hidupmu) ditulis oleh bukan Allah, melainkan manusia. Premisnya adalah, bagaimana jika kamu sebenarnya hanyalah sebuah karakter fiksi dari seorang novelis. Setiap gerakan dan pikiranmu merupakan sumber yang kini berbentuk tulisan untuk dinikmati dari sudut pandang orang ketiga, seakan ada narasi yang menyertai dimana pun kamu ada. Demikian yang dialami oleh Harold Crick, sang "hero" dari sebuah Novel dari Karen Eiffel, seorang penulis yang mengalami mandeg. Filmnya benar-benar seru. Apalagi jika kamu adalah seorang yang gemar menulis blog, cerita pendek, atau setidaknya membaca novel. (Tapi tentu saja, bahkan jika kamu tidak termasuk kategori yang disebutkan, saya pikir kamu akan benar-benar tertarik mengenai pemikiran yang diusung oleh cerita ini. Hehehe!)

Awalnya, saya pikir ini hanya film tipikal yang mengandalkan jalan cerita fantasi lalu di tengah jalan jadi absurd, tapi hampir di sepanjang scene, special effect-nya benar-benar mengejutkan saya. Pengolahan tracking yang sederhana namun rapi membentuk data, sederetan angka-angka atau bidang geometrikal yang mengikuti gerakan Harold Crick, padahal film ini dirilis tahun 2006. Tidak benar-benar special sih, namun cukup membuat saya geleng-geleng kepala sambil berguman, "Niat abis!"

Kehidupan, seperti yang kerap kali kita dengar, adalah sebuah kisah. Kita semua diperhadapkan dengan kisah yang berbeda setiap hari, meski dikungkung oleh jadwal dan program harian. Kepingan adegan dari aktivitas kita setiap hari menyusun sebuah episode dalam hidup. Kehidupan kita yang saling terkait dalam interaksi terhadap sesama dari satu waktu dan berkelanjutan sejak manusia pertama hidup membentuk suatu rentetan kisah agung. Namun seperti Novel, suatu saat kelak, kita pasti menghadapi lembar akhir dari kisah kita.  Poinnya adalah, jika seluruh hidupmu dicatat, bukan olehmu sendiri, melainkan oleh seorang "Penulis" yang benar-benar omnipresence (maha hadir) dan omnipotent (maha kuasa), seperti apakah kisahmu? Tragedi atau Komedi belaka atau bersama-sama dengan ribuan - maaf, maksud saya, jutaan atau bahkan miliaran kisah lainnya, menjadi sebuah scene dari sebuah Kisah Maha Agung: Kisah Allah terhadap dunia ini sejak awal sampai akhir waktu. Saya harap, seperti yang dikatakan Dr. Jules Hilbert, "Kelak kita semua pasti akan mati, namun kisah kita akan terus berlanjut dalam kenangan orang-orang" - terlebih lagi dalam kekekalan karena berbagian dalam plot maha indah yang dipersiapkanNya jauh sebelum dunia dijadikan.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form