Catatan featured

Mekanisme Pertahanan dan Perasaan Aman

12:28 AMHeri Kurniawan



Manusia makhluk yang aneh, kami tak punya mekanisme pertahanan seperti makhluk hidup lainnya. Meski demikian, dunia yang kami tinggali sama berbahayanya seperti di alam liar. Predator tetap hadir dengan berbagai rupa, suara, dan intelejensia.

Tak perlu berlapis cangkang, sebagian dari kami menutup diri dengan selubung introversi. Kami menghindari kerumunan dan merasa aman dalam kesendirian. Sepi adalah habitat alami. Dalam karapaks diam, kami menemukan jati diri dan bertahan dari tekanan, kekacauan, dan bising luar.

Kami para ekstrover, yang biasa bergelimang perhatian. Hiruk pikuk tanduk kekuatan kami. Berkumpul merapat dalam kerumunan, populasi kami bertabur semangat, canda, dan interaksi. Kami sulit membayangkan bergantung tanpa koloni di ekosistem yang saling makan memakan. 

Tak diselimuti bulu, bertameng sisik, berkulit corak, atau berkamuflase, kami melindungi diri dengan menampilkan sisi tangguh kami. Defensif, sarkastik, atau temperamental. Siapa yang butuh cakar, taring, lendir, sengat, dan bisa, kalau lewat ego dan kata, kami mampu menyingkirkan pemangsa. Maklumilah jika manusia kerap menanduk hanya agar tidak diinjak, mematuk supaya tak dimangsa, dan menggigit agar tidak binasa. Semuanya cuma karena kebutuhan perut, menyingkirkan pesaing, atau sekedar insting. Kalau atas nama mekanisme pertahanan dan rasa aman, kita manusia tak jauh berbeda lakunya dengan hewan, mau dikata apa selain mungkin evolusi yang tak sempurna.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Coffee Treat

Saya memberikan lisensi GAMBAR ILLUSTRASI dan WALLPAPER yang ada di blog ini di Attribution-NonCommercial-ShareAlike CC BY-NC-SA. Singkatnya, kamu bisa pakai, remix dan edit karyamu berdasarkan gambar illustrasi dan wallpaper yang saya buat dan post di blog ini secara gratis untuk projectmu secara NON-KOMERSIL. Kamu nggak mesti mencantumkan sumbernya, tapi saya bakal seneng banget kalo kamu cantumkan :)

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu-ragu kontak saya di: himself@herikurniawan.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Form